Hujan ekstrem dan siklon tropis memicu banjir serta longsor di Sumatra. Lebih dari 300 orang meninggal dan ribuan warga harHujan ekstrem dan siklon tropis memicu banjir serta longsor di Sumatra. Lebih dari 300 orang meninggal dan ribuan warga harus dievakuasi. Berikut perkembangan terbaru di lapangan.us dievakuasi. Berikut perkembangan terbaru di lapangan.

Bencana banjir dan longsor terjadi di sejumlah wilayah Sumatra akibat curah hujan ekstrem yang berlangsung selama beberapa hari. Aktivitas siklon tropis memperparah kondisi cuaca sehingga debit air meningkat cepat dan memicu pergeseran tanah di daerah perbukitan. Laporan resmi dari instansi penanggulangan bencana menyebutkan korban jiwa telah melampaui 300 orang. Banyak wilayah terdampak mengalami kerusakan parah, terutama permukiman padat, infrastruktur jalan, dan fasilitas umum yang terendam ataupun tertutup material longsor.
Perkembangan terbaru menunjukkan beberapa kondisi berikut:
-
Proses pencarian korban masih berlanjut karena sejumlah kawasan sulit dijangkau akibat akses yang terputus.
-
Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri terus melakukan evakuasi dan penyaluran logistik ke lokasi pengungsian.
-
Ribuan warga dipindahkan ke posko darurat setelah rumah mereka rusak atau berada di zona risiko tinggi.
-
Bantuan harus dikirim menggunakan helikopter atau perahu karena sebagian wilayah terisolasi oleh banjir dan longsor besar.
-
BMKG mengeluarkan peringatan lanjutan mengenai potensi hujan deras dalam beberapa hari ke depan.
Para ahli bencana menyatakan bahwa kombinasi hujan intens dan kondisi tanah yang jenuh air menjadi faktor utama yang memperburuk situasi. Pemerintah daerah dan pusat kini fokus pada penyelamatan, stabilisasi wilayah terdampak, serta pemulihan akses dasar bagi masyarakat. Bencana ini kembali memperlihatkan perlunya sistem mitigasi yang lebih kuat di kawasan rawan hidrometeorologi, khususnya di daerah berlereng dan dekat aliran sungai besar.
