Kasus Anita Dewi dan tumbler hilang di kereta mendadak viral setelah unggahannya di media sosial memicu reaksi besar dari publik. Dalam video dan postingannya, Anita menuduh petugas kereta sebagai pihak yang bertanggung jawab atas hilangnya tumbler yang ia klaim masih baru. Konten tersebut langsung menyebar luas dan mengundang perdebatan—ada yang mendukung ceritanya, namun tidak sedikit juga yang menilai tindakannya berlebihan. Seiring viralnya kasus ini, operator kereta memberi respons resmi, sementara warganet terus menggali kronologi lengkap peristiwa tersebut.

Viralnya kasus ini tidak berhenti di media sosial saja. Perusahaan tempat Anita bekerja turut memberikan klarifikasi dan akhirnya memutuskan hubungan kerja dengannya. Keputusan ini semakin membesar-besarkan polemik dan menimbulkan diskusi tentang etika bermedia sosial, profesionalitas karyawan, serta dampak viralitas pada kehidupan nyata. Para pemerhati media menilai kasus ini sebagai contoh bagaimana unggahan sederhana dapat berkembang menjadi isu besar. Fenomena ini menjadi pengingat bahwa setiap tindakan di ruang digital memiliki konsekuensi nyata terhadap reputasi maupun pekerjaan seseorang.
